datang dengan menangis pulang dengan tersenyum.
*http://romsy_uchiha.blogspot.com
-
Disuatu senja sore ku duduk sendiri, melihat awan sore hari yang kekuning kuningan terlihat matahari tampak segera terbenam yang di tutup...
Sabtu, 02 Juli 2011
keadaan saat ini...
Saat ini, rumah kita satu-satunya, yaituplanet bumi sedang mengalami kerusakan
yang sangat mengkhawatirkan. Suhu ratarataplanet bumi semakin panas, bencana
alam dan pola-pola cuaca semakin tidakterkendali, epidemi-epidemi baru yang
sulit untuk disembuhkan terus bermunculan,ketersediaan air bersih di masa depan
terancam, perusakan hutan semakin tidakterkendali, krisis pangan global mulai
mengancam, dan masih banyak tandatandakerusakan alam yang sedang terjadi
di sekitar kita.“Lantas apa hubungannya dengan saya? Itu semua bukan salah saya, bukan
tanggung jawab saya. Cuaca itu urusan badan meteorologi dan geofisika, penyakit
itu urusan departemen kesehatan, hutan itu urusan departemen kehutanan, dan seterusnya,
dan seterusnya...Saya hanya peduli pada diri saya, keluarga saya, pekerjaan/bisnis saya, dan rencana-rencana finansial serta liburan di masa depan yang membuat
keluarga saya bergembira.” Bila hal ini yang terpikir oleh Anda, kami ingin
mengajak Anda untuk merenungkan kembali pemikiran Anda tersebut...
TANGGUNG JAWAB KITA.
Kita semua bertanggung jawab sepenuhnya pada apa yang sedang terjadi
pada planet ini. Setiap tindakan kita sebagai individu pada akhirnya akan menjadi
satu kekuatan dahsyat yang berdampak positif ataupun negatif bagi keutuhan rumah
kita satu-satunya ini. Pemerintah dan departemen-departemen yang bersangkutan
hanya dapat meneliti, menginformasikan, serta memberikan himbauanhimbauannya.
Tetapi bagaimana kita bertindaklah yang akan mempengaruhi hasil
akhirnya. Sebagai contoh: Mungkin Anda merasa tidak ikut bertanggung jawab terhadap
banjir yang diakibatkan oleh sampah yang Anda buang sembarangan.
Mungkin Anda berpikir bahwa satu bungkus bekas mie instan yang Anda
buang tidak akan banyak berpengaruh bagi kota Anda. Tapi bayangkanlah: Bila hal yang
sama dilakukan oleh seratus ribu orang saja di kota Anda, maka bisa dibayangkan
bagaimana seratus ribubungkus bekas mie instan menumpuk di hadapan Anda.
Sampah yang awalnya kelihatan tidak berbahaya itu menjadi masalah besar
karena terkumpul dalam jumlah yang luar biasa banyak dan akhirnya menyumbat
saluran-saluran air. Hal yang sama seperti analogi di atas
sedang terjadi saat ini dalam skala global, yang akhirnya membawa ancaman besar
bagi kehidupan kita. Emisi karbon dioksida, metana, dan gas-gas beracun yang
dihasilkan oleh berbagai industri naik ke atmosfer dan mengakibatkan efek pemanasan
global. Mata rantai pemanasan global mengakibatkan langkanya bahan
pangan dan air bersih karena rusaknya pola-pola cuaca dan mencairnya gletsergletser
dunia yang sangat berharga. Ada
begitu banyak tanda-tanda lainnya yang dapat Anda cermati melalui media massa
ataupun jurnal-jurnal ilmu pengetahuan yang tersebar dimana-mana
Saat ini planet bumi sedang mengalami kerusakan dalam skala yang tidak
pernah terjadi dalam sejarah planet ini sebelumnya. Dan sungguh ironis bahwa
perusakan yang dahsyat itu dilakukan oleh makhluk yang seharusnya bertindak
sebagai pelindung dan pemelihara planet yang dititipkan kepada mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar