pendidikan telah digemakan sejak ribuan tahun yang lalu. sebagai pondasi dasar satu satunya untuk membangun keluarga yang harmonis , kehidupan masyarakat yang rukun, membangun negara yang makmur, dan menciptakan dunia yang damai.
namun dunia pendidikan sekarang telah jauh meninggalkan relnya. lebih fokus pada kemajuan ilmiah dan teknologi. pendidikan tentang budipekerti yang pondasi dasar akhlak dan moral manusia dalam kehidupan sehari-hari perlahan sirna ditelan zaman. konsep pikiran dan prinsip hidup manusia menjadi sangat materialistis. kalaupun masih tersisa secuil kepedulian sosial dan lingkungan hidup,itupun hanya dipakai sebagai alat bisnis untuk mencari popularitas dan keuntungan pribadi.
kerusakan lingkungan hidup,kesenjangan kerusuhan ,hingga perang antar negara.
semuanya adalah akibat dari perebutan lahan ekonomi dan kekuasaan yang bersumber dari kemerosotan akhlak dan moral manusia. sehingga energi kebajikan manusia yang seharusnya menopang lapisan atmosfir dan bumi menjadi tidak seimbang. maka terjadi bencana alam yang datang silih berganti.
berita-berita tentang banjir ,kebakaran hutan, gempa bumi, letusan gunung berapi sudah seperti makanan sehari-hari. kemudian ada tsunami,lumpur vulcanic,badai pasir,yang hampir tidak pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. belum lagi ancaman senjata nuklir ,senjata kimia, senjata biologi, virus antrax, virus sars, virus flu burung, dan berbagai wabah penyakit menular lainnya.
pilihan ada pada diri anda, diri kita semua. relakan kita introspeksi kedalam diri sendiri? maukah kita mulai belajar etika hidup sehari-hari. dijadikan sebagai pedoman dasar untuk berkeluarga,berbangsa,dan bernegara.
datang dengan menangis pulang dengan tersenyum.
*http://romsy_uchiha.blogspot.com
-
Disuatu senja sore ku duduk sendiri, melihat awan sore hari yang kekuning kuningan terlihat matahari tampak segera terbenam yang di tutup...
Jumat, 29 Juli 2011
krisis moral pendidikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
memeng udah dari sananya,dan udah selarasnya indonesia seperti itu.
BalasHapus